Bagaimana Memulai Jualan Online
Assalamu'alaikum teman-teman, disini saya ingin bercerita tentang awal mula saya memulai jualan via online. Bermula saat saya ketika itu merasa membuang-buang waktu saja saat membuka ponsel karena seringkali teralihkan membuka game online yang sungguh sangat menyita waktu saya.
Waktu itu sekitar tahun 2015, ada game online favorit saya yang seru dimainkan yakni game fashion story dan bakery story. Kalau di fashion story itu seperti kalau kita buka butik, menyusun posisi lemari, meja, gantungan baju dan produk jualan kita. Begitu pula dengan Bakery Story ya, hampir sama hanya jualannya makanan dan minuman. Dari sini sebenarnya saya berpikir, kenapa tidak saya coba benar-benar jualan baju lewat online ya, daripada saya hanya bermain-main itu kan hanya membuang waktu.
Lalu saya yang tidak punya pengalaman sama sekali berjualan melalui online, mulai belajar secara otodidak. Bagaimana caranya? Disini saya akan membuat poin-poin, supaya lebih mudah diikuti.
1. Membeli dari Penjual Online
Awal mula saya belajar, seperti sedang main game ya. Saya langsung cari tahu dengan mempraktekkannya. Dari penjual online pertama yang saya beli ini, saya mendapatkan ilmu bagaimana merespon customer dengan ramah. Seandainya barang yang costumer inginkan kosong, kita harus siap menawarkan produk lain yang sekiranya mirip dengan selera si customer, jadi customer satu ini jangan sampai lolos ya. Hehe.
Selain itu saya mendapatkan ilmu tentang bagaimana membuat format order yang singkat supaya customer lebih mudah mengisi info yang penjual inginkan yang terdiri dari: Nama lengkap, Alamat Lengkap yang wajib disertakan kecamatannya (untuk pengecekan ongkos kirim di ekspedisi), nomer ponsel, dan orderan yang diinginkan. Baiklah dari sini saya langsung catat tuh kata-kata yang perlu saya siapkan untuk merespon costumer.
Setelah penjual mendapat info dari customer (yang saat itu saya, diam-diam sedang belajar hehe). Dari sini saya juga mendapat ilmu bagaimana penjual dengan cepat memberikan rekapan orderan. Mulai dari harga ditambah dengan ongkos kirim dan menyertakan nomer rekening untuk mengirimkan total uang yang harus ditransfer. Lalu jangan lupa meminta customer untuk mengupload foto bukti transfer.
Sebagai penjual, harus siap dengan mobile banking atau internet banking untuk mengecek apabila pembeli sudah mentransfer uangnya.
2. Belajar Packing Barang
Saat itu, saya yang sudah menerima paket merasa senang karena paket datang dengan bungkus plastik yang cerah dan rapi. Terlebih lagi orderan yang saya pesan sesuai. Sungguh bahagianya hati ini. Hehe.
Dari sini saya belajar bagaimana mencari bungkus kemasan yang baik (tidak mudah sobek/rusak) karena kita tidak tahu nanti di ekspedisi akan terjadi drama seperti apa. Lebih baik menyiapkan kemasan yang aman untuk produk kita. Lalu sebisa mungkin kita menuliskan alamat tujuan yang jelas dan lengkap, hangman disingkat-singkat, kalau perlu kita ketik yang rapi lalu di print, biar kurirnya tidak pusing bacanya. Hehe
3. Mencari Supplier
Sebagai pedagang tentunya mau mencari keuntungan yang banyak ya. Makanya mencari supplier itu penting untuk menentukan keuntungan kita. Kalau bisa, kita mencari supplier yang memberikan harga paling murah, namun jangan lupa kita lihat kualitas juga ya. Kalau perlu kita cek dulu barang yang dijual supplier ini kualitasnya seperti apa. Bagaimana mengeceknya? Ngga ada cara lain lagi selain kita beli untuk sampel kita dulu. Kecuali kalau ada dari pembeli lain, customer dari suplier tersebut sudah punya banyak testimoni yang baik. Kita boleh percaya produk yang dijualnya kualitasnya baik.
Awalnya dulu saya fokus menyetok barang, karena belum berani yang namanya dropship (menjual barang supplier, lalu supplier yang mengirim ke pembeli kita). Jangan berani-berani melakukan dropship seandainya kita tidak tahu bagaimana produk yang di jual supplier. Jatuhnya dosa ya, karena bisa merugikan pembeli seandainya produk yang datang tidak sesuai atau kualitasnya jelek.
Seiring berjalannya waktu, karena sudah mengenal produk dan supplier yang oke. Maka perlahan mulai berani melakukan dropship. Kuncinya adalah mencari supplier yang amanah. Jadi kita sebagai dropshipper juga merasa aman memberikan orderan.
4. Menyiapkan Aplikasi Pendukung di Ponsel
Di tahun 2015 itu, saya masih mulai berjualan dari BBM (Blackberry Messenger), dan mendownload aplikasi dari ekspedisi pengiriman yang biasa kita gunakan. Saat itu saya masih belum memakai internet banking maupun mobile banking, jadi masih mengandalkan atm untuk mengecek saldo. Kalau ingat saat itu masih ribet bolak balik atm terus.
Kalau saat ini, alhamdulillah aplikasi sudah banyak yang mendukung untuk berjualan ya. Aplikasi yang saya gunakan untuk berjualan antara lain: Instagram, Facebook Page, WhatsApp Messenger dan Shopee. Sedangkan aplikasi pendukung lain untuk penjual yang saya gunakan seperti Aplikasi Internet Banking, Raja Ongkir untuk mengecek ongkos kirim, Gojek untuk pengiriman barang dalam kota, dan aplikasi Flip untuk menghemat biaya transfer ke supplier seandainya rekening bank supplier berbeda bank.
5. Memahami betul Berat Produk
Satu hal yang perlu kita lakukan adalah memahami betul berat produk yang kita jual. Kalau bisa kita timbang dengan baik produk kita bersama pembungkus packingnya sebelum kita menghitung ongkos kirim. Karena akan sangat rugi jika kita salah mengitung, kelebihan berapa gram saja, seandainya sudah melebihi batas per kilogram dari pihak ekspedisi, maka akan dihitung lebih. Kalau masih di dalam kota mungkin masih bisa ya nombokin, tapi kalau pengiriman luar kota atau luar pulau lalu kita salah hitung, bisa tekor di ongkir. Hehe. Alhamdulillah belum pernah kejadian.
6. Membuat Nama Toko Online kita
Kalau yang satu ini, setiap orang mempunyai kreativitas dan seleranya sendiri untuk membuat nama toko online ya. Hanya saja mungkin perlu mempertimbangkan untuk tidak memakai nama toko atau produk yang sudah ternama, karena bisa jadi nanti kena hak cipta ya.
Oke sepertinya sudah cukup panjang penjelasan kali ini, saya sudahi disini dulu. Boleh tinggalkan komentar dibawah ya, kira-kira mau info tentang apa lagi. Nanti saya akan coba tulis. kalau kiranya bermanfaat boleh di share ya tulisan ini. Terimakasih sudah mampir di catatan saya. ^_^
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Komentar
Posting Komentar